Menurut KBBI stereotip ialah konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka subyektif dan tidak tepat. Menurut De Jonge, stereotip adalah penilaian tidak seimbang terhadap suatu kelompok masyarakat. Penilaian tersebut terjadi karena suatu kecenderungan untuk menggenarilasi tanpa deferensi. Dari berbagai pengertian, stereotip etnik dapat didefinisikan sebagai gambaran tentang sifat, prilaku, ciri khas yang dianggap melekat pada suatu etnis atau kelompok menurut etnis atau kelompok lain.
Steoreotip etnik terjadi dalam kehidupan sehari-hari pada dalam kehidupan masyarakat, stereotip etnik timbul karena kontak dan komunikasi dengan etnik lain, namun kadang komunikasi itu tidak intens, sehingga dalam memandang etnis lain dengan prasangka yang umum atau general. Dalam memandang etnik lain menggunakan nilai dan sudut pandang etnik sendiri. Misalnya orang Jawa beranggapan, bahwa orang Batak bila berbicara menggunakan nada tinggi seperti marah, memiliki sifat keras dan emosional, orang Madura kasar dan suka merampas, orang Minangkabau pandai berdagang, orang Cina pelit dan pandai mengatur uang. Pandangan-pandangan tersebut diukur dari kacamata Jawa. Sebaliknya dari pandangan etnis non Jawa, banyak yang mengatakan bahwa orang Jawa halus, lembut, basa-basi, namun di belakangnya mempunyai maksud. Stereotip etnik cenderung memandang sifat anggota kelompok etnik sama, padahal belum mesti benar, misalnya anggapan bahwa semua orang Batak keras dan emosional, namun kenyataannya tidak semua orang Batak memili sifat keras dan emosional.
Dari kehidupan multikultural, misalnya di Yogyakarta juga ada stereotip etnik, misalnya bahwa mahasiswa asal Papua dianggap suka mabuk-mabukan, sehingga menimbulkan sikap yang kurang menerima terhadap etnis Papua, padahal anggapan itu tidak sepenuhnya benar.
Dari pandangan orang Jawa yang menganggap orang Batak cenderung keras dan emosional menganggap sifat orang batak sebagai hal yang tidak baik sehingga menimbulkan rasa tidak suka dibelakang dan keengganan berkomunikasi lebih lanjut. Bila orang Jawa melihat orang Minang yang pandai berdagang cenderung menganggapnya sebagai hal yang positif bahkan ingin mempelajari. Dalam berhubungan dengan etnis Cina, kadang pada orang Jawa muncul sentimen, namun kadang menjadikan orang Cina sebagai contoh dalam nasehat seperti `tirulah orang Cina yang pandai mengatur uang, sehingga bisa kaya, jangan boros`. Sebaliknya, orang non-Jawa juga kadang merasa tidak senang dalam berkomunikasi dengan orang Jawa, orang non-Jawa berharap agar orang Jawa dalam berbicara jangan terlalu lembut dan pelan.

“Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah.” (HR Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi). Hadist tersebut menjelaskan bahwa senyum kepada sesama muslim adalah termasuk ibadah. Begitulah indahnya islam, dalam setiap tingkah laku dan gerak-gerik bisa menjadi lading kebaikan yang bernilai ibadah.

Rasullullah Muhammad SAW merupakan contoh teladan bagi kita sebagai umatnya. Beliau adalah pribadi yang senantiasa menunjukkan wajah cerah dan senyum yang melekat. Dari Jabir ia berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah SAW tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”(H.R Bukhari dan Muslim). Sahabat, Abdullah bin Harits berkata,”Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW.” (HR Tirmidzi).

Bahkan ketika diperlakukan kasar atau disakiti Rasulullah SAW tidak marah malah memberikan senyuman. Dari Anas bin Malik dia berkata, ”Suatu hari aku dan para sahabat berjalan bersama-sama Rasulullah SAW. Ketika itu beliau memakai selimut dari daerah Najran yang ujungnya agak kasar. Tiba-tiba beliau bertemu dengan seorang Badui (Arab Pedusunan). Tanpa disangka, lelaki Badui itu langsung menarik selimut Rasulullah SAW dengan kuat sehingga aku melihat kesan merah di bahu beliau. Lelaki Badui itu dengan kasar berkata, “Suruh orangmu memberi harta Allah kepadaku yang engkau simpan sekarang juga!” Kelakuan kasar dan sombong si Badui tersebut membuatkan para sahabat sangat marah dan ingin mengajarnya. Namun Rasulullah melayani sikap kasar lelaki Badui itu dengan senyuman dan berkata kepada kami dengan senyum manis pula, “Berilah lelaki ini makanan apa saja yang dia mau. Kami lantas memberi si Badui makanan yang dia minta dan kami tidak jadi mengajar si Badui kerana senyuman Rasulullah S.A.W.”( HR at-Tabrani).

Husain RA, cucu nabi SAW menuturkan, ”Beliau Rasullullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam senantiasa tersenyum, berbudi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas.”(H.R Tirmidzi). Senyum inilah mengiringi beliau sampai akhir hanyat, ketika dalam keadaan sakit dan menyaksikan umat shalat berjamaah dengan imam Abu bakar beliau tersenyum. Dari Anas bin Malik ia berkata “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Rasullulah Muhammad SAW yang membuka hijab dari kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka.”(HR Bukhari, Muslim).

Selain bernilai ibadah senyum juga memiliki banyak manfaat. Menurut kajian para ahli, ketika senyum otot-otot muka digerakkan sehingga merangsang pengeluaran endorphins (sejenis bahan kimia yang dihasilkan otak untuk mengurangkan rasa sakit). Para ahli menyatakan bahwa senyum merupakan senam bagi organ dalam yang dapat merangsang seluruh tubuh dan bermanfaat bagi sistem syaraf otak dan hormon-hormon. Dengan senyum maka mengaktifkan pergerakan diafragma, perut, sistem pernafasan, kaki dan otot belakang badan. Senyuman mengaktifkan kimia badan dan dapat merendahkan resiko penyakit seperti jantung, tekanan darah tinggi dan stroke. Senyuman juga mampu merendahkan tekanan darah, memperlancar peredaran oksigen dalam darah, hal ini secara tidak langsung bisa merangsang proses penyembuhan. Senyum juga dapat melegakan ketegangan otot, otak dan tekanan psikologi.

Senyum juga menyenangkan orang yang berhadapan dengan kita. Senyum juga bermanfaat bagi sekitar kita. Bahkan para pujangga mengatakan bahwa senyuman seperti magnet yang menarik bagi yang memandang dan senyuman yang diberikan dengan tulus ikhlas bagaikan pijaran sinar kemuliaan yang menyilaukan serta memberi aura terang. Tak heran jika Imam Hasan Al Basri berpendapat bahwa awal keberhasilan suatu pekerjaan adalah air muka yang ramah dan penuh senyum. Meskipun banyak manfaat duniawiah dari senyum, namun seorang muslim hendaknya memandang dari kaca mata ibadah, bahwa tersenyum adalah bagian dari mencontoh Nabi SAW yang disunnahkan dan bernilai ibadah.

Namun senyum memiliki adab. Bermurah senyum bukan berarti asal senyum tanpa mengiraukan hal apapun termasuk memperhatikan adab. Senyum sebaiknya tidak berlebihan hingga tertawa terbahak-bahak. Dari Aisyah dia berkata, “Tidak pernah sekalipun aku melihat Rasulullah SAW ketawa terbahak-bahak sehingga kelihatan kerongkongnya. Akan tetapi, ketawa baginda adalah dengan tersenyum.” ( HR. Bukhari).

Tersenyumlah. Semua orang ln Syaa Allah mampu melakukanya. Hal ringan namun bernilai besar. Meskipun ringan, senyum merupakan amal kebaikan yang tidak boleh diremehkan. Dalam suatu hadits Rasullullah bersabda “Janganlah kamu meremehkan perbuatan baik sekecil apapun, walaupun sekedar menampakkan wajah yang berseri ketika bertemu saudaram.”(H.R Muslim).

Islam bukanlah agama hegemonik. Islam bukanlah agama yang disebarkan dengan pedang. Islam tidaklah dipaksakan sebagai sebuah sistem nilai dalam masyarakat, tetapi islam tumbuh bersama sistem sosial masyarakat, masuk ke dalam setiap unsur kehidupan, sehingga islam terus tumbuh sebagai akidah sekaligus sistem kehidupan.
Sejak awal kedatangan islam di nusantara, Kehadiran islam di bumi nusantara telah melalui erbagai persinggungan dengan tata nilai masyarakat di berbagai belahan nusantara. Jalur-jalur islamisasi seperti perdagangan, perkawinan, pendidikan dan sejenisnya adalah bukti adanya dialetika panjang anatara islam yang dibawa para dai dan budaya local yang sudah menjadi system sosial masyarakat.
Pembumian islam melalui struktur sosial budaya masyarakat nusantara menjadi bukti nyata bahwa islam mampu tumbuh dalam heteroginitas suku, bahasa dan budaya. Proses pembumian ini telah memberikan sumbangsih terhadap keanakaragaman kebudayaan nusantara. Islam tidak sekedar datang dalam bentuknya sebagai tadisi agung, tapi juga memperkaya pluralitas dengan islamisasi kebudayaan dan pribumisasi islam yang telah melahirkan tradisi-tradisi kecil islam.
Tantangan inilah yang dihadapi para wali dan dai saat menyebarkan agama islam di nusantara. Disinilah kita melihat kejelian dan kecerdasan para dai dalam berdakwah tanpa mengganggu ketersinggungan masyarakat dalam budayanya dan tetap mampu menyampaikan nilai-nilai islam.
Dengan kata lain, islam hadir di nusantara tidak selalu berbau arab, melainkan tetap memiliki cita rasa nusantara. Islam tidak menghapus tata nilai yang sudah ada di dalam masyarakat kecuali hal yang bertentangan dengan dasar-dasar islam. Arsitektur masjid dengan cita rasa nusantara adalah bukti bahwa islam hadir tidak selalu membawa nilai budaya Arab. Bentuk masjid dengan kubah dan menara yang berbeda dengan arsitektur Arab menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal tak tercabut dari akarnya. Justru, nilai-nilai lokal diabadikan dengan warna islam.
Dalam konteks sekarang kearifan lokal dapat berperan sebagai media menangkal aspek negatif modernitas. Apalagi budaya lokal mulai terpinggirkan oleh modernitas. Dalam hal ini kearifan lokal patut ditengok kembali untuk dijadikan kekuatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Kearifan lokal sebagai system sosial yang lahir dari relung kehidupan masyarakat adalah potensi besar yang mampu menciptakan berbagai perubahan sosial.
Guna memaksimalkan peran kearifan lokal dalam hubungannya dengan modernitas dan dampak negatifnya ada tiga peran kearifan lokal yang harus dimaksimalkan potensinya. Pertama kearifan lokal sebagai sosial control dalam bermasyarakat. Kedua kearifan lokal sebagai media dakwah. Berbagai kreatifitas para wali dalam memaksimalkan potensi seni, inovasi dan sastra dengan memasukkan nilai-nilai islam adalah fakta bahwa dakwah telah dilakukan melalui kearifan lokal. Ketiga kearifan lokal sebagai identitas kerukunan dalam keberagaman.

Makan merupakan kebutuhan sehari-hari bagi manusia. Manusia tidak dapat hidup tanpa makan. Namun urusan makanan atau kuliner tidak sesederhana yang dibayangkan. Belakangan ini ada isu bahwa sebagian bakso dicampur daging babi hutan, hal ini sempat menjadi isu nasional. Adanya isu ini kemudian merembet ke banyak hal. Para pedagang yang mencampur daging sapi pada bakso dengan daging babi berkilah bahwa hal ini dilakukan karena harga daging sapi yang mahal, memang harga daging sapi melonjak. Mengapa daging sapi naik, karena kurangnya pasokan daging. Kemudian penjualan bakso menurun omsetnya. Adanya isu bahwa bakso mengandung daging babi, kemudian menimbulkan kekhawatiran adanya kemungkinan makanan lain yang tercampur daging babi. Adanya kekhawatiran ini menimbulkan keinginan adanya sertifikasi halal. Dari hal tersebut terlihat bahwa makanan berhubungan dengan banyak hal. Makan terkadang bukan hanya sekedar memuaskan kebutuhan namun bisa memiliki nilai lain. Meskipun makan merupakan kebutuhan pokok manusia, namun makan bagi manusia berbeda-beda, dan sangat berhubungan dengan budaya.

Perbedaan Nilai Budaya dalam Makan

Setiap orang di dunia melakukan makan secara rutin yang disebut makan besar. Makan besar bagi berbagai budaya berbeda-beda. Bila orang barat makan besar sehari tiga kali, pagi, siang, malam, namun pada pagi hari dan setelah malam ditambah makan kecil yang menjadi kebiasaan. Orang lndonesia makan tiga kali sehari, pagi sarapan, siang makan siang, malam makan malam. Yang dimakan dalam makan besar dan menjadi makanan utama biasa disebut makanan pokok. Makan pokok bagi orang dari berbagai negara, bangsa dan budaya berbeda-beda. Di sebagian besar lndonesia adalah nasi, meskipun ada yang masih jagung atau sagu. Di negara barat makanan pokoknya roti atau yang terbuat dari gandum.
Bukan hanya makanan pokok, namun juga makanan kecil dan lauk-pauk, antar bangsa, negara, dan etnik berbeda-beda. Masing-masing memiliki lauk, rasa, masakan dan selera tersendiri. Lidah tidak dengan mudah akan menerima atau menyesuaikan diri dengan kondisi makanan ketika berada di negara lain. Ketergantungan dengan jenis makanan dari daerah asal, sangat terlihat dalam pelaksaan haji, dimana jemaah haji asal lndonesia ketika di Arab Saudi makanan yang dimakan adalah model makanan lndonesia dengan nasi dan lauk-pauk ala lndonesia, kokinyapun dari lndonesia. Orang barat yang biasa makan pokok rotipun akan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri ketika tinggal lama di lndonesia.
Cara makan dari berbagai bangsa berbeda-beda. Orang Arab menggunakan tangan, bahkan menjilati jari ketika makan. Bangsa lain umumnya menggunakan sendok, piring dan garpu, sementara orang Cina menggunakan mangkok dan sumpit. Bagi sebagian bangsa lndonesia duduk yang sopan ketika makan adalah dengan bersila, bagi orang Arap duduk dengan mengangkat satu kaki.
Nilai etika dan kesopanan dalam makan, berbeda-beda, sesuai dengan budayanya, ada kalanya sesuatu yang dianggap sopan di suatu budaya dianggap sebaliknya di budaya lain, yang dianggap biasa di suatu budaya dianggap tidak sopan di budaya lain. Orang Arab terbiasa sendawa ketika makan, di Malaysia sendawa ketika makan dapat menunjukkan penghargaan atas makanan, di Fiji sendawa dianjurkan seusai makan untuk menunjukkan penghargaan, di barat sendawa ketika makan dianggap kurang sopan tapi membuang ingus ketika makan dengan kertas atau tisu adalah hal biasa. Orang Japang dan Korea terbiasa menyeruput sub langsung dari mangkoknya, hal tersebut bisa dianggap tidak sopan oleh budaya lain.
Adanya perbedaan suhu, iklim, cara pandang bagi bangsa berpengaruh terhadap budayanya termasuk makan. Di beberapa bagian negara Eropa dan Amerika minum bir dianggap sebagai menghangatkan badan. Di negara Arab yang banyak terdapat daging kambing dan onta, daging kambing menjadi lauk yang paling dominan. Orang Arab terbiasa menyantap lauk daging kambing dalam jumlah besar, bahkan bisa disuatu hidangan lauk yang disajikan bisa satu kambing utuh. Di daerah pegunungan lndonesia, terbiasa menyantap sayuran mentah. Orang Jepang sangat fanatik dan mengkonsumsi ikan dalam jumlah yang besar, bahkan setengah matang atau mentah karena percaya bahwa ikan akan mencerdaskan.

Makanan dan Larangan
Ada beberapa hal yang menghalangi manusia untuk makan semua jenis makanan seperti aturan dalam agama yang dianut misalnya tentang halal-haram, aturan adat, pantangan karena penyakit, alergi, atau penganut ideologi tertentu. Orang lslam dan Yahudi menganggap daging babi haram dan sapi halal, bagi orang Hindu sapi haram, sementara Kristen tidak menganggap haram babi. Bagi orang yang menganut paham vegetarian tidak mau makan semua jenis daging karena beranggapan tidak boleh membunuh hewan. Orang yang mengidap penyakit tertentu dilarang makan beberapa jenis makanan. Yang memiliki alergi tidak akan makan.
Pandangan lain menilai makanan juga berkaitan dengan jijik atau tidak jijik. Menurut Mulyana, (2008; 59) apakah kita akan berselera terhadap suatu jenis makanan atau akan jijik, bergantung pada nilai-nilai yang telah kita internalisasi. Bekicot di banyak negara termasuk di lndonesia menjadi hewan yang menjijikkan, namun di Prancis menjadi makanan mahal. Orang barat menganggap jeroan sebagai makanan anjing, namun di lndonesia jeroan dapat diolah menjadi makanan enak. Daging ular, buaya, landak, cacing bagi sebagian orang jijik namun ada juga yang memakannya.

Makanan dan ritual
Makan juga memiliki hal unik. Makanan berkaitan dengan simbol, misalnya ketika lebaran biasanya mamasak ketupat. Dalam beberapa hal makanan juga mempunyai nilai ritual, misalnya ketika diadakan gunungan dalam rangka grebek di kraton Yogyakarta dan Surakarta, masyarakat yang percaya bahwa makanan itu membawa berkah saling berebut mendapatkannya. Ketika umat islam memperingati hari raya kurban terjadi penyembelihan sapi dan kambing dalam jumlah besar, ketika itu daging sapi dan kambing menjadi lauk yang dominan.

Variasi Makanan Suku Bangsa di lndonesia

Negara Indonesia memiliki beragam suku bangsa, perbedaan geografis. Bila dianalisis rasa makanan bisa digunakan untuk menafsirkan, menganalisis dan melihat sifat dan budaya suku bangsa penganutnya, misalnya suku Jawa memiliki selera rasa manis, mencerminkan sifat orang Jawa yang manis, halus, lemah-lembut tapi menyimpan sesuatu di belakang.
Banyaknya rumah makan padang di seluruh lndonesia menggambarkan bahwa masakan padang dapat diterima lidah secara umum. Selain itu juga menggambarkan penerimaan terhadap suku Minangkabau, dimana suku Minangkabau relatif dapat berelasi baik dan jarang berkonflik dengan suku bangsa lain. Orang Minangkabau yang merantau salah satunya menjadi pengusaha karena dorongan adat dalam budaya Minangkabau yang matrilineal dimana kekuasaan ada pada pihak perempuan, mendorong kaum lelaki untuk pergi keluar daerah. Banyaknya orang Minangkabau yang berdagang termasuk bidang restoran menggambarkan jiwa suku minang yang merdeka, bebas dan egaliter.
Orang Madura banyak yang berjualan sate, dimana sate adalah makanan yang dibakar sehingga tidak terlalu matang, menggambarkan suku madura yang cenderung keras dan tidak terlalu berpikir panjang.
Makanan berkaitan erat dengan suku bangsa atau etnik, setiap etnik memiliki makanan khas. Indonesia memiliki beragam etnis, setiap etnis memiliki makanan khas. Beberapa makanan etnik cukup terkenal. Tidak semua makanan khas populer dan familiar, bahkan bagi etniknya sendiri.
Yogyakarta menjadi tujuan berbagai suku bangsa yang ada di lndonesia. Oleh karena itu banyak rumah makan yang menggunakan ciri khas daerah, seperti Aceh, Banjar, Makasar, Manado, Betawi, Cina, Bangka, dll. Rumah makan itu menggunakan ciri khas etnik, suku bangsa atau kedaerahan sebagai deferensial, kekhasan dan sebagai cara menarik pengunjung. Pengunjung rumah makan beridentitas suku atau etnik ada yang berasal dari daerahnya sebagai nostalgia terhadap daerah asalnya dan ada juga yang ingin mencoba makanan dari etnik lain. Rumah makan etnik itu juga melakukan penyesuaian dimana bumbu dan resepnya tidak sebagaimana aslinya namun menyesuaikan dengan ketersediaan.

Memahami Kebudayaan Etnik Lain Melalui Makanan

Makan merupakan kebutuhan pokok manusia, tanpa makan, manusia tidak akan bertahan hidup, namun masing-masing suku, bangsa, suku bangsa, negara memiliki kebiasan makan yang berbeda, makanan yang berbeda, cara pandang, nilai etika dan kesopanan yang berbeda dalam makan, sehingga mencerminkan budaya yang berbeda. Melalui makanan yang berbeda antar etnik, dapat melihat bahwa kebudayaan antar etnik berbeda.
Dengan melihat bahwa rasa, bentuk, jenis makanan merupakan hal yang relatif, maka dapat merasakan bahwa kebudayaan juga relatif. Budaya memang relatif tidak bisa dilihat lebih tinggi, lebih rendah, baik atau buruk, budaya etnik satu tidak lebih rendah atau lebih tinggi dari etnik lain.
Ingin mencoba makanan dari etnik lain, seyogyanya juga diikuti dengan ingin mempelajari budaya dari etnik lain, memahami makanan dari etnik lain dapat mengilhami memahami budaya etnik lain. Dengan saling memahami, mencoba dan merasakan kuliner dari berbagai etnik diharapkan dapat digunakan sebagai pembelajaran multikultural. Dengan demikian makanan dapat menjadi diplomasi budaya antar etnik, tentu saja dengan tetap menghargai pantangan dan larangan.

Analisis Pembelajaran Multikultural pada Pelajaran Sosiologi di SMA

Pendahuluan
Multikultural adalah keadaan masyarakat lndonesia. Namun bangsa lndonesia kadang belum dapat hidup secara multikultural, hal itu terlihat dengan adanya konflik antar suku, masyarakat yang kadang belum dapat hidup berdampingan dengan kelompok yang berbeda, masih adanya stereotipe dan prasangka. Dengan kondisi masyarakat lndonesia yang demikian itu maka multikulturalis adalah kebutuhan. Merujuk yang dikemukakan Parekh, dalam Kamanto dkk (2004; 1), multikulturalisme meliputi tiga hal, pertama multikulturalisme berkenaan dengan budaya, kedua, merujuk pada keragaman yang ada, dan ketiga, berkenaan dengan tindakan spesifik pada respon terhadap keragaman tersebut.
Salah satu cara pembentukan multikulturalisme adalah melalui pendidikan. Pendidikan multikultural dapat didefinisikan sebagai pendidikan untuk atau tentang keragaman kebudayaan dalam merespon perubahan demografis dan kultural lingkungan masyarakat tertentu atau bahkan dunia secara keseluruhan (Hanum, 2008).
Kamanto (2004; 47) mengutip Azra dan Saifuddin, menunjukkan bahwa pendidikan multikultural adalah konsep yang luas, yang mencakup formal, non-formal maupun pendidikan informal. Pendidikan multikultural tidak terbatas pada pendidikan di sekolah (Kamanto, 2004 ; 47).
Salah satu pendidikan adalah melalui sekolah, sehingga salah satu cara mengajarkan multikulturalisme yang jelas menurut saya ialah melalui pendidikan formal di sekolah. Dalam pendidikan yang dilakukan melalui sekolah, hakekat pendidikan adalah membentuk karakter dan sikap peserta didik. Oleh karena itu diharapkan melalui pembelajaran multikulturalisme diharapkan peserta memahami dan menyadari keberagaman yang ada, kemudian mempunyai pemahaman bagaimana menghadapi keadaan yang multikultural.

Pendidikan Multikulturalisme
Undang-Undang Sisdiknas No.20 Th.2003 memberi gambaran ruang gerak untuk terselenggaranya pendidikan nasional yang sesuai dengan latar belakang budaya dan kebhinekaan bangsa Indonesia. Dengan melihat hal tersebut sebenarnya dapat dikatakan bahwa multikultural menjadi landasan dalam penyelenggaraan pendidikan. Calarry Sada dengan mengutip Sleeter dan Grant dalam Kamanto dkk (2004; 85), menjelaskan bahwa pendidikan multikultural memiliki empat model, yakni, (1) pengajaran tentang keragaman budaya dengan pendekatan asimilasi, (2) pendekatan hubungan sosial dengan meningkatkan hubungan interpersonal, (3) satu kelompok siswa untuk memperkenalkan pluralisme budaya dengan kesadaran sendiri dan (4) pendidikan multikultural dengan kurikulum reguler untuk merefleksikan perbedaan dengan mengajarkan pluralisme dan kesetaraan.
Pendidikan multikultural dapat dijalankan jika para pengajar, pimpinan, civitas sekolah dan kampus memiliki sikap multikultural serta memiliki kemampuan dalam melaksanakan dengan tepat. Hal ini juga akan menjadi tantangan, sebab sekolah-sekolah umumnya belum dapat bebas dari stereotipe dan prasangka (prejudice) yang bersumber dari rasa primordialisme kesukuan, keagamaan dan kelas sosial (Hanum 2008). Menurut Hermandez (Semiawan, 2004 ; 41) ada empat pendekatan yang dapat dilakukan untuk menerapkan pendidikan multikultural, yaitu pendekatan kontribusi, pendekatan tambahan, pendekatan transformasi, dan pendekatan aksi sosial.

Multikulturalisme dalam Pelajaran Sekolah
Salah satu cara menagajarkan multikulturalisme dalam pendidikan ialah melalui proses pembelajaran yang berbasis multikulturalisme, proses belajar mengajar, dan masuk dalam kurikulum pelajaran. Sebenarnya dewasa ini dalam perkembangannya sudah berlangsung pembelajaran yang berbasis multikulturalisme pada berbagai jenjang mulai TK sampai SMA. Pembelajaran multikulturalisme masuk dalam kurikulum, baik yang tersurat maupun tersirat pada mata pelajaran. Muatan multikulturalisme terdapat pada mata pelajaran seperti IPS, Sejarah, Sosiologi, Kewarganegaraan, Antropologi (kelas bahasa). Kewarganegaraan lebih mengajarkan bagaimana bersikap sebagai warga negara. IPS memberikan pemahaman secara sosial, sejarah menceritakan keragaman masyarakat lndonesia dari masa lalu dan akibat yang ditimbulkan bila kurang menghargai perbedaan serta memaksakan kehendak seperti pemberontakan kepada negara.

Multikulturalisme pada Pelajaran Sosiologi SMA
Garis besar materi pelajaran sosiologi bagi siswa SMA menyebutkan bahwa fungsi pelajaran sosiologi adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir, berperilaku, dan berinteraksi dalam realitas sosial dan budaya yang bermacam-macam atas dasar etika, nilai dan norma, serta tujuan praktisnya meliputi pengembangan keterampilan perilaku, sikap kritis, dan rasional siswa dalam menghadapi berbagai macam situasi sosial, kebudayaan, masyarakat dan masalah-masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari (Kurikulum dan RPP).
Pelajaran sosiologi di tingkat SMA diberikan pada kelas X, kelas Xl lPS dan kelas XlI IPS, sedangkan pada jurusan IPA sosiologi tidak diberikan, dengan melihat apa yang dipelajari, sosiologi di jurusan IPA sebaiknya juga diberikan. Materi pokok mata pelajaran sosiologi dalam kurikulum KBK yaitu pada kelas satu sosiologi dan antropologi sebagai ilmu tentang perilaku sosial dalam masyarakat, interaksi sosial dalam dinamika sosial-budaya, sosialisasi dan pembentukan kepribadian, perilaku menyimpang dan pengendalian sosial. Pada kelas dua konflik dan integrasi sosial, deferensi dan stratifikasi sosial, konsekuensi bentuk-bentuk struksur sosial terhadap konflik dan integrasi sosial, dinamika kebudayaan, kehidupan masyarakat multiklutural. Kelas tiga, dinamika kebudayaan, perubahan sosial budaya, penelitian sosial-budaya. Pelajaran Sosiologi sendiri dikatakan sebagai mempelari masyarakat dan kebudayaan, hal itu bisa dilihat dari beberapa judul buku pelajaran sosiologi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pelajaran sosiologi merupakan pelajaran untuk menghadapi multikultural.

Multikulturalis dalam Teks Buku Pelajaran
Pembelajaran di sekolah menggunakan buku pelajaran. Buku pelajaran menjadi penting karena sebagai bahan bacaan, sumber acuan, sumber belajar siswa dan pegangan guru dalam mengajar. Oleh karena itu untuk melihat bagaimana pembelajaran multikulturalisme di sekolah bisa melihat bagaimana multikulturalisme pada buku pelajaran.
Ketika diadakan evaluasi pada buku teks sekolah, rancangan materi dan juga butir butir pada soal ujian nasional, ditemukan banyak indikasi yang mengarah pada pentingnya pendidikan multikultural (Kamanto 2004 ;52). Isi dari materi itu seringkali menunjukkan adanya bias dalam etnis, agama, dan gender dari sisi penulis (Kamanto 2004 ; 52). Seperti, seringkali kita mendapati bias agama dan etnis pada pemilihan nama dalam teks dan ilustrasi, bias gender dalam hal gambaran peranan masing-masing gender, dan bias perkotaan dan pedesaan dalam penggambaran kejadian, tempat, dan organisasi (Kamanto 2004 ;52). Oleh karena itu untuk membentuk pendidikan multikulturalisme melalui sekolah, buku pelajaran menjadi penting, isi buku pelajaran harus mencerminkan multikulturalisme. Apalagi isi buku pelajaran yang membahas atau mengandung topik multikultural.

Analisis Teks Multikulturalis Buku Pelajaran Sosiologi

Buku utama yang digunakan sebagai analisis adalah Sosiologi untuk SMA kelas Xl, karangan Idianto M, yang diterbitkan penerbit Erlangga tahun 2005. Buku tersebut menggunakan kurikulum KBK 2004. Dalam kurikulum KBK 2004, pada mata pelajaran sosiologi, masyarakat multikultural merupakan pokok bahasan yang terletak di kelas dua semester dua. Kurikulum KBK, dalam pembelajaran menekankan pada aspek kognitif, psikomotorik, afektif.
Buku ini yang dipilih karena dibandingkan buku yang lain sejenis merupakan buku yang cukup bagus. Buku ini juga saya pakai ketika belajar di SMA. Selain itu buku-buku terbitan penerbit erlangga dianggap sebagai buku yang relatif bagus dibandingkan dengan buku terbitan penerbit lain. Dengan tiga buku pembanding yaitu Sosiologi untuk SMA dan MA kelas XI karangan Budiyono tahun 2009, Sosiologi 2:untuk SMA dan MA Kelas XI IPS karangan Wida Widianti, terbitan tahun 2009 dan Sosiologi 2 : untuk SMA dan MA Kelas XI karangan Bondet Wrahatnala tahun 2009. Ketiga buku tersebut merupakan buku BSE, yaitu buku yang hak ciptanya dibeli departemen pendidikan nasional sehingga bisa di download secara gratis. Ketiga buku tersebut menggunakan kurikulum KTSP 2006. Pada kurikulum KTSP, dimana sekolah, lokal, daerah diberi kewenangan lebih dalam menentukan pembelajaran yang diberikan. Secara isi materi kurikulum KTSP tidak banyak berubah dari kurikulum KBK. Yang akan digunakan untuk analisis adalah pada mata pelajaran sosiologi pada kelas Xl atau kelas dua. Pada kurikulum KBK dan KTSP, multikulturalisme dalam mata pelajaran sosiologi, dibahas dalam bahasan masyarakat multikultural. Yang dianalisis adalah pada pembelajaran masyarakat multikultural.

Buku Utama
Pada buku tersebut, pada bagian awal buku dicantumkan kompentensi dasar, kompetensi dasar pokok bahasan masyarakat multikultural yaitu 1.5 Kemampuan mengembangkan sikap dalam masyarakat multikultural dengan empat indikator yaitu memberi contoh tentang masalah-masalah yang ditimbulkan oleh keanekaragaman dan perubahan kebudayaan, mengungkapkan alternatif pemecahan masalah yang ditimbulkan oleh keanekaragaman dan perubahan kebudayaan berdasarkan potensi lokal dan nasional, menentukan sikap kritis terhadap hubungan keanekaragaman dan perubahan kebudayaan, mengembangkan sikap toleransi dan empati sosial terhadap hubungan keanekaragaman dan perubahan kebudayaan ( ldianto M, 2005 :viii)
Pada bagian sebelum uraian bab, dijelaskan hal-hal yang akan dipelajari di bab ini, yaitu masyarakat multikultural, masalah yang timbul akibat keanekaragaman dan perubahan kebudayaan serta alternatif pemecahannya, sikap yang diperlukan dalam hubungan keanekaragaman dan perubahan kebudayaan(Idianto M, 2005 ; 151).
Pada buku ini bahasan masyarakat multikultural terbagi dalam lima sub pokok bahasan yaitu; A. Masyarakat multikultural, B. masalah yang timbul akibat keanekaragaman dan perubahan kebudayaan, C. alternatif pemecahan masalah yang ditimbulkan oleh keanekaragaman dan perububahan budaya, D. sikap kritis, toleransi, dan empati sosial terhadap hubungan keanekaragaman dan perubahan kebudayaan(Idianto M, 2005 ; 152-170). Pembahasan diawali dengan pengertian masyarakat multikultural, masyarakat lndonesia yang multikultural, latar belakang kemajemukan bangsa lndonesia. Pada bagian B, yang dijelaskan adalah konflik, integrasi, disintegrasi, reintegrasi (Idianto M, 2005 ; 158-166). Alternatif pemecahan masalah yang ditawarkan, asimilasi, self-segregation, integrasi, pluralisme. Pada bagian akhir dijelaskan sikap kritis yang harus dikembangkan(Idianto M, 2005 ; 167-169).
Pembahasan pada buku tersebut mengikuti alur pola pikir pemberian pengertian multikultural, kemudian bahwa masyarakat bahwa bangsa lndonesia yang multikultural, dan faktor yang mengakibatkan masyarakat lndonesia multikultural.
Untuk menjelaskan tentang masyarakat multikultural buku ini mengutip tiga pendapat ahli yaitu Furnifal, Nasikun, Van den Berg. Menurut penjelasan buku ini perbedaan secara horozontal yaitu perbedaan fisik atau ras, perbedaan suku bangsa, perbedaan agama, perbedaan jenis kelamin, dan perbedaan secara vertikal yaitu stratifikasi sosial (Idianto M, 2005 ; 154-156). Kemudian dijelaskan latar belakang kemajemukan bangsa lndonesia yaitu latar belakang historis, kondisi geografis dan keterbukaan terhadap dunia luar(Idianto M, 2005 ; 156-158).
Pada bagian selanjutnya memberikan pengertian bahwa keanekaragaman dapat menimbulkan fenomena yang positif dan negatif yaitu konflik, integrasi, desintegrasi, reintegrasi(Idianto M, 2005 ; 156-167). Pada bagian selanjutnya berisi alternatif pemecahan masalah yaitu asimilasi, self-segregation, integrasi, pluralisme, kemudian sikap yang harus dijalankan(Idianto M, 2005 ;170-171) .
Pembahasan multikulturalisme pada buku pelajaran tersebut cenderung sederhana dan mudah dipahami bagi anak SMA. Secara sistematis, namun bagi yang telah mempelajari sosiologi, mungkin akan mengkritisi. Penyebutan masyarakat majemuk, masyarakat multikultural, masyarakat yang beranekaragam cenderung membiaskan sama. Buku ini menggiring pada pemahaman bahwa masyarakat multikultural atau multikultural ialah yang beranekaragam berbeda-beda. Penjelasan bahwa asimilasi, integrasi, self-segregation, pluralisme sebagai alternatif pemecahan masalah sebenarnya tidak bisa dikatakan tepat, karena hal tersebut merupakan proses bukan merupakan kegiatan, apalagi dalam bagian sebelumnya, dijelakan bahwa masalah yang ditimbulkan akibat keanekaragaman dan perubahan budaya adalah konflik, integrasi, desintegrasi, reintegrasi. Pada bagian terakhir dijelaskan beberapa sikap yang harus dikembangkan dalam masyarakat yang bernekaragam, yaitu toleransi, meninggalkan primordialisme, menegakkan supremasi hukum, nasionalisme, penyelesaian konflik akomodatif, kesadaran sosial. Kemudian dijelaskan gejala yang wajar terjadi dalam msyarakat multikultural yaitu konflik.
Sebagai suatu buku, buku ini sebenarnya cukup baik apalagi dengan salah kaprah yang terjadi bahwa sosiologi cenderung dianggap pelajaran hapalan. Secara materi dapat memberikan pemahaman multikulturalisme, walaupun secara tekstual, akan lebih baik diberikan contoh konkrit dan siswa diberikan contoh terjun langsung.

Pembelajaran multikulturalisme di buku lain
Dalam buku sosiologi untuk kelas Xl karangan Budiyono, pada bab kelompok sosial pada awal pembahasan sebelum masuk ke materi dikatakan; Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multikultural karena terdiri atas bermacam-macam suku bangsa dengan perbedaan adat istiadat, kebudayaan, agama, sistem sosial, dan bahasa daerah. Struktur masyarakat Indonesia yang majemuk berpotensi untuk menimbulkan konflik dan persoalan integrasi nasional(Budiyono 2009; 99).
Pembelajaran multikulturalisme di buku-buku pelajaran sosiologi SMA, secara umum menggunakan bahasa ringan dan mudah dipahami. Namun pada pelajaran sosiologi, nampaknya sebaiknya mengajak para siswa agar mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sesuai kebutuhan bangsa.
Dalam konteks pembelajaran multikulturalisme, pelajaran di buku yang membahas multikulturalisme mengajak memahami bahwa bangsa lndonesia bangsa yang majemuk, beragam, perbedaan sosial-budaya, menghargai perbedaan, jangan perbedaan menimbulkan konflik dan berbagai sifat yang mesti dikembangkan.

Perbandingan bahasan multikultural dalam buku
Pada keempat buku tersebut, terdapat kesamaan bahwa yang dibahas adalah masyarakat lndonesia yang beranekaragam, keragaman terdapat pada sosial-budaya, dan bagaimana sikap yang harus dikembangkan. Penjalasan pada buku sepertinya hanya cenderung menghasilkan pandangan pluralisme tidak sampai pada multikulturalisme. Namun sebenarnya, buku pelajaran sosiologi sudah menggambarkan keberagaman lndonesia.
Pendidikan multikulturalisme dalam buku pelajaran pelajaran harus mengandung pesan bagi siswa bahwa dengan kondisi bangsa lndonesia yang multikultural, multikulturalisme merupakan suatu kebutuhan. Guru memiliki peran besar dalam pembelajaran multikulturalisme. Untuk memberikan pemahaman multikulturalisme, guru sebaiknya juga memberikan contoh dalam sikap-sikap. Sehingga hal tersebut membuat siswa memahami, mengerti dan bisa menerpakan multikulturalisme. Peran guru semakin besar dalam memberikan multikluturalisme, terutama pada sekolah yang multikultural, apalagi pada sekolah yang terdapat berbagai etnis, terutama lagi pada sekolah yang pada daerah yang pernah terdapat konflik etnis, seperti Ambon, Palu, Sampit, Sambas.
Untuk mempelajari multikulturalisme dalam pendidikan tidak cukup hanya berdasarkan teori namun juga melalui contoh dalam kehidupan. Bagi para siswa pembelajaran multikulturalisme terutama masyarakat multikultural melalui buku-buku cukup baik meskipun tidak dapat mencapai pemahaman multikulturalisme cenderung hanya pada pluralisme.
Sebaiknya multikulturalisme dalam buku pelajaran
Pada pembelajaran di sekolah buku teks merupakan hal yang penting karena menjadi rujukan dalam proses belajar mengajar. Multikulturalisme dalam pendidikan harus lebih dipahamkan, apalagi indonesia mengalami masalah dalam menyikapi perbedaan. Multikulturalisme harus mampu menjadi kerangka siswa yang paham dalam bertindak. Materi yang berbasis multikulturalisme pada dasarnya sudah banyak dalam pelajaran. Multikulturalisme juga harus dikembangkan sika dalam pendidikan dimana guru memegang peranan penting. Pendidikan multikulturalisme merupakan sarana menjaga multikulturalisme bangsa ke depan.
Penutup
Multikulturalisme diajarkan melalui pendidikan, sehingga dalam pendidikan dalam kerangka multikultural. Multikluturalisme dalam pendidikan di sekolah menjadi kerangka berpikir, bertindak dengan tujuan memberikan pemahaman dan pedoman bersikap bagi siswa dalam kehidupan bangsa yang multikultural. Pendidikan multikulturalisme di sekolah bisa masuk dalam kurikulum melalui pelajaran.
Namun peran pelajaran sosiologi dalam pendidikan multikulturalisme yang paling terlihat dan penting. Pendidikan multikulturalisme disekolah seyogyanya secara mudah, namun bisa dipahami, dilakukan oleh siswa, sehingga siswa setelah mendapat pelajaran multikulturalisme dapat melakukan kehidupan yang multikultural sehingga tujuan jangka panjangnya. Karena melalui pelajaran maka buku pelajaran menjadi hal yang penting.
Multikulturalisme dalam pendidikan di sekolah selain melalui pelajaran juga melalui sikap-sikap, kebijakan. Pelajaran mengenai multikulturalisme dalam berbagai tingkat dari SD sampai SMA. Pada SMA inilih mulai titik tekan, karena sudah dewasa, kritis, mampu bertindak dan berpikir tinggi. Namun pembelajaran mengenai multikulturalisme yang paling terlihat menurut saya ada pada pelajaran sosiologi.
Pada pembelajaran multikultural, isi buku menjadi penting karena menjadi bacaan bagi siswa bagaimana multikulturalisme. Diharapkan siswa memiliki pemahaman multikulturalisme dan mampu, mau bersikap. Diharapkan multikulturalisme di lndonesia dapat berjalan dengan baik sehingga masalah bangsa yang terjadi karena kurangnya multikulturalisme seperti konflik etnis tidak terulang, pelanggaran hak minoritas,

Daftar Pustaka

-Budianto, Melani.2004. Multikulturalisme; In search of a Critical Framework for Assesing Diversity in lndonesia dalam Kamanto, dkk. (2004) Multicultural Education in Indonesia and Southeast Asia: Stepping into the Unfamiliar. Depok-UI: Antropologi Indonesia.
-Semiawan, Conny. 2004. The Chalenge of Multicultural Education in a Pluraristic Society The Indonesian Case dalam Kamanto, dkk. (2004) Multicultural Education in Indonesia and Southeast Asia: Stepping into the unfamiliar. Depok-UI: Antropologi Indonesia.
-Sada, Clarry. 2004. Multicultural Education in Kalimantan Barat ; An Overview dalam Kamanto, dkk. (2004) Multicultural Education in Indonesia and Southeast Asia: Stepping into the Unfamiliar. Depok-UI: Antropologi Indonesia.
-Ahmad Fedyani Saifuddin, 2004. Multicultural Education: Putting School First, ( A Lesson from Education Autonomy Policy Implementation in Indonesia) dalam Kamanto, dkk. (2004) Multicultural Education in Indonesia and Southeast Asia: Stepping into the Unfamiliar. Depok-UI: Antropologi Indonesia.
-Kamanto. 2004. Multikultural Education in School ; Challanges in its Implementasion dalam Kamanto, dkk. (2004) Multicultural Education in Indonesia and Southeast Asia: Stepping into the Unfamiliar. Depok-UI: Antropologi Indonesia.
-Kamanto, dkk. 2004. Multicultural Education in Indonesia and Southeast Asia: Stepping into the Unfamiliar. Depok-UI ; Antropologi Indonesia,
Kurikulum 2004
-M, ldianto. 2005. Sosiologi untuk SMA kelas XI. Jakarta ; Erlangga
Budiyono.2009. Sosiologi untuk SMA dan MA kelas XI. Jakarta ; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
-Widianti, Wida. 2009. Sosiologi 2 : untuk SMA dan MA Kelas XI IPS. Jakarta ; Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
-Wrahatnala , Bondet. 2009. Sosiologi 2 : untuk SMA dan MA Kelas XI . Jakarta ; Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
-Elisanti, Titin Rostini . 2009. Sosiologi 2 : untuk SMA / MA Kelas XI IPS. Jakarta ; Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
Mulder, Neil. 2000. Indonesian lmages; The culture of the Public World. Yogyakarta; Kanisius
-Parekh, Bhikhu 2008, Rethinking Multikulturalism: Keberagaman Budaya dan Teori Politik (terjemahan), Yogyakarta: Impulse.

lnternet
Web
http://staff.uny.ac.id/dosen/prof-dr-farida-hanum-msi
File PDF
Hanum, Farida.2009. Pendidikan Multikultural Sebagai Sarana Membentuk Karakter Bangsa (Dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan). Download via http://staff.uny.ac.id/dosen/prof-dr-farida-hanum-msi
Hanum, Farida. Pentingnya Pendidikan Multikultural dalam Mewujudkan Demokrasi di Indonesia. Download via
http://staff.uny.ac.id/dosen/prof-dr-farida-hanum-msi
Hanum, Farida. 2008. lmplementasi Pendidikan Multikultural dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Download via
http://staff.uny.ac.id/dosen/prof-dr-farida-hanum-msi
Hanum, Farida. Pendidikan Multikultural Dalam Pluralisme Bangsa. Download via
http://staff.uny.ac.id/dosen/prof-dr-farida-hanum-msi
Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Sosiologi Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah. Jakarta ; Departemen Pendidikan Nasional download via www.depdiknas.go.id

Manfaat Minyak Zaitun yang Wajib Diketahui

Minyak zaitun banyak ditawarkan dan beredar dipasaran. Barang ini laku keras. Minyak zaitun memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Minyak zaitun bermanfaat mencegah berbagai penyakit berat, menjaga kesehatan kulit dan sebagainya. Apa Manfaat Minyak Zaitun perlu diketahui.
Apa Manfaat Minyak Zaitun ingin diketahui lebih lanjut banyak orang. Sekarang minyak zaitun cukup popular dan banyak tersedia. Minyak zaitun berasal dari perasan buah zaitun yang telah matang tua kemudian diekstrak. Zaitun memiliki nama ilmiah Olea europaea tergolong dalam suku Oleaceae. Minyak zaitun mempunyai banyak khasiat. Minyak zaitun dapat dikonsumsi langsung, dicampur dengan masakan dan dioleskan ke badan. Minyak zaitun berkhasiat mencegah berbagai penyakit. Hal itu telah dibuktikan secara ilmiah. Menurut penelitian para ahli minyak zaitun dapat mencegah berbagai penyakit seperti kanker, jantung koroner, kolesterol, darah tinggi, diabetes, tukak lambung dan obesitas.

Manfaat Minyak Zaitun Untuk Pencegahan Penyakit

Mungkin masih ada orang yang mempertanyakan Apa Manfaat Minyak Zaitun untuk mencegah obesitas. Pengendapan kolesterol berbahaya dalam tubuh bisa dinetralisir dengan minyak zaitun. Kandungan minyak zaitun mampu mengurangi efek negatif lemak terhadap pembekuan darah, dan mengurangi resiko penebalan pembuluh nadi jantung. Menurut penelitian pada tahun 1996 jenis lemak yang terkandung dalam minyak zaitun termasuk lemak berantai tunggal seperti yang terkandung pada air susu ibu. Lemak ini merupakan lemak terbaik untuk dikonsumsi oleh manusia.
Manfaat Minyak Zaitun Untuk Kesehatan

Salah satu manfaat penting konsumsi rutin minyak zaitun adalah mencegah kanker lambung. Penelitian oleh Dr. Samut, seorang dosen Harvard Uninversity menyebutkan bahwa kandungan minyak zaitun mampu menghindarkan tubuh dari kanker lambung dan mengurangi resiko tukak lambung. Apa Manfaat Minyak Zaitun untuk mencegah kanker payudara juga telah teruji. Berdasarkan penelitian terhadap 2.564 wanita dinyatakan bahwa konsumsi minyak zaitun dapat mencegah wanita terserang kanker payudara. Konsumsi minyak zaitun secara rutin cukup sesendok perhari .

Selain bisa mencegah kanker payudara, minyak zaitun juga berkhasiat menyehatkan dan mengencangkan payudara. Payudara merupakan aset bagi wanita. Memiliki payudara indah, kencang dan sehat adalah dambaan wanita. Banyak wanita rela melakukan berbagai hal demi payudaranya. Apa Manfaat Minyak Zaitun Untuk Payudara belum banyak diketahui. Perawatan payudara dengan minyak zaitun sebenarnya mudah, murah, bisa dilakukan sendiri dan tidak menimbulkan efek samping. Caranya dengan mengoleskan minyak zaitun ke kulit payudara. Kandungan minyak zaitu akan meresap pada kulit payudara sehingga menyebabkan payudara sehat, bersih, halus. Untuk mengkencangkan payudara dapat dilakukan dengan melakukan pijitan ringan dan halus ke payudara sambil di diolesi minyak zaitun. Apa Manfaat Minyak Zaitun patut diketahui para wanita.

Minyak zaitun mengandung zat yang baik bagi kulit. Apa Manfaat Minyak Zaitun Untuk Kulit telah banyak diketahui orang. Apa Manfaat Minyak Zaitun tidak perlu dijelaskan terlalu jauh. Minyak zaitun menjaga kelembaban dan kelembutkan kulit dan menjaga kesehatan kulit tubuh. Untuk wajah minyak zaitun bisa dioleskan langsung untuk menanggulangi kulit kering. Tetapi tidak disarankan untuk kulit berminyak, karena dapat merangsang timbulnya jerawat. Wajah merupakan bagian utama. Perawatan bagi wajah penting dilakukan. Salah satu perawatan wajah adalah dengan masker. Cara membuat masker wajah dari minyak zaitun tidak terlalu sulit. Produk minyak zaitun yang dijual telah dicampur berbagai bahan.

Khasiat minyak zaitun telah diteliti oleh ahli barat. Sebelum mereka membuktikannya khasiat minyak zaitun telah disebutkan dalam dalil agama islam. Minyak zaitun bisa langsung diminum, digunakan sebagai obat, dioleskan pada kulit dan sebagainya. Penggunaan itu langsung tergantung kebutuhan. Berdasarkan riset tiap 100 g zaitun terkandung 90 g protein, 61 mg kalsium, 22 mg magnesium, 17 mg fosfor, 1 mg besi, 0,22 mg tembaga, 36 mg klorin, 180 µg beta karotin, dan 3-30 mg vitamin K. Bagi yang beragama islam Apa Manfaat Minyak Zaitun harusnya sudah diketahui.

Cara Diet Ketika Puasa diperlukan bagi yang sedang berdiet pada Ramadhan kali ini. Diet banyak dilakukan terutama oleh para wanita yang menginginkan tubuh yang langsing. Tubuhnya langsing adalah dambaan bagi wanita. Banyak cara atau metode melangsingkan tubuh. Diet adalah salah satu pilihan metode melangsingkan tubuh terutama bagi wanita, namun harus dilakukan secara hati-hati. Diet yang aman dan tidak menimbulkan efek samping adalah dengan cara alami. Diet secara alami ada beberapa cara. Metode diet seperti menjaga pola makan, rajin berolahraga, dan banyak makan sayur dan buah. Menjaga pola makan ialah dengan cara tidak terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat dan lemak. Kemudian memilih jadwal waktu makan yang tepat. Jangan makan malam terlalu larut. Makan terlalu malam sebenarnya tidak sehat dan membuncitkan perut. Olahraga secara teratur berkhasiat menjaga berat badan ideal.

Cara Diet Ketika Puasa adalah dengan mengatur pola makan. Karena makan ketika puasa adalah dengan sahur dan buka, maka yang perlu diperhatikan adalah menu makanan sahur dan buka.

Menu Berbuka Puasa Saat Diet dibutuhkan orang yang menjalani puasa Ramadhan sambil berdiet. Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana umat muslim menjalankan ibadah puasa. Diet ketika puasa harus diatur sedemikian rupa agar badan sehat. Di saat puasa makan dan minum tersebut, tubuh mengalami banyak kekurangan energi dan cairan (dehidrasi). Untuk menghilangkan hal itu dan sebagai sarana pelampiasan atas rasa lapar selama sehari banyak orang yang makan makanan berlebih saat berbuka puasa. Hal itu tentunya berakibat buruk bagi kesehatan, terutama bagi anda yang mengalami kegemukan (obesitas), karena justru meningkatkan berat badan anda saat puasa. Jadi tak heran jika banyak orang yang berat badannya naik setelah usai melakukan puasa di Bulan Ramadhan.

Puasa tidak menghambat program diet. Anda tentunya menginginkan puasa berjalan lancar tanpa mengganggu program diet anda. Untuk itu harus mengatur program sahur dan buka.
Meski sahur dilakukan di pagi-pagi buta, bukan berarti Anda menyantap makanan asal jadi. Sebab, sahur ternyata jauh lebih penting ketimbang berbuka puasa. Tubuh Anda harus dibekali nutrisi yang cukup hingga saat berbuka. Bagi Anda yang menginginkan tubuh yang fit selama berpuasa, coba tip berikut ini:

1. Mulailah sahur dengan meminum segelas air putih. Selama puasa tubuh akan banyak kehilangan cairan.

2. Buah-buahan adalah menu yang baik untuk sahur dan juga untuk berbuka. Buah-buahan mengandung elektrolit yang memberi kesegaran pada tubuh dalam beraktivitas.

3. Selama puasa, zat besi dalam tubuh akan menurun karena berkurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh. Akibatnya tubuh akan lebih lemas, mengantuk karena pasokan oksigen yang dibawa sel darah merah tidak maksimal. Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi saat sahur akan mengontrol kadar hemoglobin dalam tubuh, salah satunya dengan mengonsumsi jus tanpa gula.

4. Pilihlah karbohidrat kompleks, seperti nasi merah ketimbang nasi putih, atau roti gandum ketimbang roti putih, karena akan membuat gula darah stabil seharian, juga bijaklah mengonsumsi makanan yang manis dari gula pasir. Makanan yang manis akan membuat Anda cepat lapar. Makanan yang mengandung banyak gula akan membuat tubuh berekasi melepaskan insulin dengan cepat. Sehingga tubuh akan meminta asupan energi baru, karena itu Anda akan cepat merasa lapar. Pilihlah manis alami, seperti gula aren atau madu.

5. Untuk lauknya Anda bisa menambahkan lauk yang kaya protein nabati dan hewani, seperti tempe, tahu, kacang-kacangan dan daging atau ikan. Agar tidak bosan, Anda bisa berimprovisasi dengan menu sahur untuk menggugah selera. Misalnya roti gandum dengan telur rebus dan daging asap, pasta dengan keju, brokoli rebus, dan ikan tuna. Coba juga kentang panggang dengan brokoli, keju, dan daging asap, serta sup hangat.

6. Hindari menggoreng menu sahur. Makanan yang digoreng menyebabkan ikatan oksigen berkurang sampai 20 persen. Ini dapat menimbulkan rasa kantuk sepanjang hari.

7. Sempurnakan sarapan sahur dengan mengonsumsi makanan yang juga mengandung magnesium dan potassium yang bisa Anda temukan pada pisang, jeruk, dan kacang almon. Magnesium membantu tubuh memproduksi energi untuk beraktivitas sepanjang hari.
Untuk mengatasi perut buncit/kegemukan, ada baiknya kita memilih menu buka puasa untuk diet.Dengan memilih menu buka puasa untuk diet, anda akan terhindar dari meningkatnya berat badan seusai puasa. Berikut adalah menu buka puasa untuk diet yang dapat anda lakukan.
Menu Buka Puasa Untuk Diet
Ada banyak sekali pilihan makanan yang dapat anda santap ketika berbuka, namun anda harus jeli memilihnya. Pilihlah makanan sehat yang dapat me-recovery stamina anda tanpa takut akan perut buncit. Berikut adalah menu buka puasa untuk diet. 1. Menu Buka Puasa Untuk Diet Dengan Karbohidrat Kompleks dan Air Putih
Karbohidrat Kompleks dan Air Putih

Makanlah makanan berkarbohidrat komples dan kaya vitamin serta minumlah air putih banyak-banyak untuk menghilangkan dehidrasi pada tubuh. Misal, setelah minum air putih, makanlah kurma atau buah secukupnya, kemudian dilanjutkan dengan makanan berat setelah sholat maghrib. Beberapa makanan yang mengandung karbohidrat kompleks adalah :
Kacang-kacangan (kacang merah, kacang hitam dan kedelai)
Buah (jeruk, pir, anggur dll)
Sayur (Brokoli, kol, kangkung, lobak hijau, terong, kentang, ubi, kentang, wortel, bawang, segala jenis selada, seledri, ketimun, kubis, artichoke dan asparagus)
Biji-bijian (gandum dan beras merah)
Karbohidrat kompleks tidak menaikkan gula darah secara drastis seperti halnya Anda minum segelas teh manis.

2. Menu Buka Puasa Untuk Diet Dengan Rumput Laut
Rumput Laut
Rumput laut kaya dengan serat yang bagus untuk pencernaan dan mengurangi tumpukan racun dalam usus. Kandungan fitokimia di dalamnya membantu tubuh tetap sehat.
3. Menu Buka Puasa Untuk Diet Dengan Ikan
Ikan Tuna, Makarel dan Salmon
Ikan tuna, salmon, cod, hingga makarel memiliki BCAA yang tinggi dengan kandungan asam lemak omega 3. Zat ini bagus untuk memperbaiki fungsi otak hingga mengurangi lemak dan kolesterol dalam darah.

4. Menu Buka Puasa Untuk Diet Dengan Daging Sapi
Daging Sapi
Bagian daging sapi yang memiliki BCAA tinggi adalah topside atau round, yang terletak di paha belakang dekat pantat.

Konflik merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan manusia terutama dalam hubungan sosial. Konflik secara mudah diartikan sebagai pertentangan. Secara sosiologis konflik diartikan sebagai proses sosial antara dua orang atau lebih(atau kelompok) dimana mereka saling berusaha menyingkirkan dengan menghancurkan atau membuat tidak berdaya. Seorang manusia tidak mungkin hidup tanpa pernah berkonflik. Akar penyebab konflik adalah perbedaan. Konflik adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sosial. Beberapa ahli berpandangan bahwa sejarah manusia adalah sejarah konflik, namun bukan berarti konflik termasuk di dalamnya kekerasan hanya dibiarkan begitu saja karena secara psikologi manusia mendambakan kehidupan damai dan harmoni.
Sejarah konflik manusia bisa terlihat dalam pembunuhan pertama yang dilakukan oleh manusia di bumi yang terjadi pada dua putra Nabi Adam AS yakni Qabil dan Habil. Ketika itu Qabil tidak terima dengan ketetapan bahwa Habil mendapatkan calon istri yang lebih cantik. Qabil dengki sehingga membunuh Habil. Peristiwa ini diisyaratkan dalam QS. Al-Maidah;30
Dewasa ini banyak terjadi praktek kekerasan mengatasnamakan agama. Peristiwa paling dahsyat yakni pembe
[one_fifth_last]rontakan di Suriah. Para pemberontak Suriah berdalil melawan presiden Basyar Al-Assad yang beraliran Syiah Nushairiah yang sesat dan berbuat dhalim pada kaum Ahlus Sunah. Peperangan ini sangat dahsyat hingga menarik para mujahidin dari berbagai belahan dunia dengan tarikan bahwa perang di Suriah adalah perang akhir zaman. Peperangan ini masih berlangsung hingga kini dengan korban yang terus berjatuhan. Kemudian muncul juga peperangan antar kelompok/faksi pemberontak Suriah karena perbedaan paham. Yang paling menghebohkan adalah munculnya ISIS. ISIS yang semula hanya salah satu faksi pemberontak menjelma menjadi kekuatan penting yang memerangi pemerintahan Suriah dan sesama faksi mujahidin. ISIS kemudian mendeklarasikan diri sebagai kekhalifahan islam dan tidak segan-segan memerangi kelompok yang berbeda dengan dalih tidak mengakui kepemimpinannya. ISIS juga ditenggarai melakukan kekejaman. Peristiwa baru-baru ini yaitu penyerangan terhadap pemberontak Houti Yaman oleh Arab Saudi dan koalisi negara-negara teluk juga dibumbui dengan alasan aliran keagamaan dimana digunakan dalih memerangi Houti yang menganut paham syiah yang sesat. Uniknya pemberontak Houti bersekutu dengan loyalis dan tentara yang setia pada mantan presiden Ali Abdullah Saleh yang dulu mereka gulingkan.
Dalam berbagai konflik, agama kadangkala disebut sebagai penyebab dan pemicu terjadinya konflik. Agama seolah menjadi alasan pembenaran adanya konflik. Bahkan agama seolah-olah dijadikan surat izin membunuh karena perbedaan paham. Pada kenyataannya agama hanya menjadi faktor pembenaran atau legitimasi atas konflik yang terjadi karena faktor persaingan etnis, politis dan ekonomi. Ada beberapa hal yang menyulut terjadinya konflik agama yaitu al-ta`ashub yakni fanatisme berlebihan, al-ghuluw yakni berlebihan/ekstrim, al sukhriyah wa al-tanabuz bil Alqab yakni saling merendahkan dan memberi label negatif, su`udzan yakni buruk sangka dan curiga, dan al-zhulm yakni kezaliaman. Paham ekstrem(al ghuluw wa al-tatharruf) mendorong seseorang menjadi bertindak keras, tidak toleran dan anti perdamaian terhadap yang berbeda. Untuk mengatasinya perlu lebih mendalami ajaran agama yang sebenarnya.
Sejatinya lslam mendeklarasikan sebagai agama rahmatan lil alamin(QS: Al-Anbiya 107). Praktek keseharian yang dicontohkan Nabi SAW menunjukkan lslam sebagai agama yang humanis, toleran dan berkeadaban. Rasullullah juga memberikan contoh pada peristiwa Fathul Makkah. Beliau menunjukkan sikap yang humanis, tidak ada balas dendam dan memaafkan orang Mekah yang dulu memusuhi beliau. Islam mengajarkan untuk menjaga darah dan kehormatan manusia, bahkan hewan dan tumbuhanpun dilindungi.

Perkembangan sains dan teknologi semakin mempermudah aktivitas dan kebutuhan manusia. Salah satu produk teknologi ialah internet. Semua orang mudah mengakses internet. Dari orang tua hingga anak kecil biasa berselancar di internet. Internet menjadikan dunia seakan tanpa sekat ruang dan waktu. Internet menyusuri dunia yang tidak pernah tidur dan selalu beraktivitas. Dunia maya memang tidak riil dibandingkan dunia nyata, namun terkadang orang lebih terbuka ketika di dunia maya daripada di dunia nyata. Kini internet seakan menjadi kebutuhan pokok.
Berbagai agenda seperti penyebaran informasi, isu, dan propaganda bisa dimulai dari internet. Celakanya apa yang beredar di dunia maya terkadang begitu saja dianggap sebagai fakta atau kebenaran tanpa validasi dan klarifikasi. Informasi dari internet mempengaruhi persepsi pengaksesnya. Informasi dari internet kemudian juga bisa menjadi dasar tindakan. Informasi dari situs-situs di internet dapat menyebar cepat termasuk melalui jejaring sosial. Begitupun dengan informasi yang beredar di dunia maya entah benar atau salah, entah itu fakta, opini, dugaan, fitnah akan dianggap sebagai suatu kewajaran bahkan dianggap sebagai kebenaran. Berbagai informasi tersebut berkembang hampir tanpa melalui klarifikasi, karena ketika beredar sudah dianggap sebagai fakta.
Orang senang mencari informasi berbagai hal termasuk dalam hal agama di internet. Mesin pencari(search engine) yang paling populer adalah google. Karena saking populernya pencarian melalui google sampai muncul guyonan ‘tanya pada Mbah Google’, atau belajar pada ‘Syekh al Googli’. Dalam menjawab persoalan kehidupan sehari-hari, kita lebih memilih mencari jawaban sendiri lewat internet daripada bertanya pada tokoh/ahli di lingkungan kita. Orang lebih senang mencari informasi tentang agama islam melalui internet daripada bertanya pada kyai, ustadz, atau ulama apalagi duduk berjam-jam mendengarkan ceramah apalagi membaca kitab. Dengan internet bisa leluasa memilih siapa yang menjadi guru, sumber materi, dan sumber informasi. Di dunia maya orang justru tidak sungkan untuk menanyakan atau menemukan jawaban berbagai masalah dari yang remeh sampai tabu.
Melalui berbagai situs internet kita bebas memilih materi yang disukai dan dibutuhkan, namun yang perlu diingat ialah sebaiknya jangan hanya mengandalkan belajar islam melalui internet tapi tetap mencari sumber lain terutama guru dan buku. Fenomena belajar islam melalui internet searah dengan keinginan umat muslim untuk menjalankan praktik agama yang benar, mencari jawaban atas masalah keagamaan dan menambah ilmu keagamaan. Hal itu kemudian juga memicu banyaknya aktivitas dakwah islam melalui internet. Dakwah melalui internet relatif efektif dan potensial karena mampu menembus ruang dan waktu secara singkat dengan biaya dan energi yang efisien.
Yang perlu dipahami adalah internet bagaikan hutan belantara. Dengan mudah dapat ditemukan hal yang bermanfaat namun di sisi lain data yang diharapkan bisa jadi keliru bahkan pada titik tertentu bisa menjerumuskan dan menyesatkan. Masyarakat muslim berada di tengah gencarnya persebaran berbagai paham keagamaan. Informasi tentang gerakan, ajaran dan manuver paham-paham baru relatif lebih mudah tersebar melalui internet. Berbagai kelompok ekstrimis dan radikal aktif mempropagandakan pahamnya melalui media internet.
Sejatinya semakin banyak materi keislaman yang beredar di dunia maya semakin bagus, namun kelemahannya ialah para penyaji informasi tidak selalu mereka yang ingin berbagi informasi yang benar. Bisa jadi berbagai situs sengaja menyajikan paham yang tidak sesuai. Tampilan kekerasan yang disajikan oleh beberapa situs hanya akan membuat wajah islam menjadi seram, sadis dan lekat dengan kebrutalan. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengimbangi hal tersebut adalah menambah aktivitas dakwah penyebaran ajaran islam yang rahmatan lil ‘alamin. Jadi situs-situs islam dan kontennya perlu diperbanyak.
Pemerintah yang berperan sebagai regulator selayaknya mengawasi dan membina. Salah satu kebijakan yang bisa dilakukan adalah pembinaan terhadap pengelola situs-situs yang bernuansa keagamaan. Hal lain yang bisa dikerjakan untuk meminimalisir dampak situs yang menyesatkan ialah mengembangkan sebanyak mungkin situs dengan konten keislaman oleh pemerintah yang dilakukan instansi terkait dengan melibatkan tokoh agama.